Mengenal Ablasio Retina, Penyakit Mata yang Senyap

Mengenal Ablasio Retina, Penyakit Mata yang Senyap“Kamu masak sendiri?” Tanya seorang teman yang baru saja saya kenali ketika kami sedang menikmati makan siang di kantor. Jika mengingat  obrolan ini, dari sinilah kemudian saya mengenal ablasio retina. Salah satu penyakit mata yang bermula dari diabetes.

Saya mengiyakan pertanyaannya. Dan tak lupa menawarkan makanan yang terhidang. Dengan sopan ia menolak, karena sudah selesai makan terlebih dahulu. Kami berbincang macam-macam. Ternyata, rumahnya dekat dengan tempat tinggal saya. Yang sama-sama hampir dua jam menuju tempat kerja dari rumah. Bedanya, saya menggunakan kereta, ia lebih memilih menggunakan sepeda motor.

 

KMNEyeCare

Setahun berlalu. Meski sama-sama satu kantor, kami jarang sekali bertemu. Padahal, kalau tidak salah lihat dia satu ruangan dengan saya, meski pada divisi yang berbeda. Sekali waktu, saya pernah mendengar beberapa orang di kantor membicarakan salah seorang yang katanya sudah tidak dapat melihat. Saya hanya mendengar sekilas  saja dan tak mengenal siapa orang yang dimaksud.

Hingga suatu hari, saya dikenalkan oleh atasan saya kepada salah satu tim baru yang dimasukkan ke dalam divisi kerja kami. Sebelumnya, saya sudah diberitahu jika tim baru ini mengalami kebutaan, tapi ia tetap menulis. Sewaktu kami berbincanf macam-macam, rupanya ia masih mengingat saya ketika pertama kali bertemu di meja makan. Awalnya, saya tak percaya saat orang yang dimaksud adalah orang yang setahun lalu pernah berbincang makanan dan tempat kerja. Sampai akhirnya saya terpana sendiri. Ya, dia yang sedang berbicara di depan saya merupakan orang yang pernah ngobrol dan di waktu itu ia baik-baik saja. Lalu, bagaimana ceritanya ketika kedua matanya tak bisa berfungsi?

Saya tak berani menanyakannya langsung. Tapi dengan terbuka, ia menceritakan sendiri perihal kebutaan matanya. Konon, ia bermula dari penyakit gula yang dialaminya.

Ablasio retina, apalagi itu? Kalimat tersebut terdengar sangat asing bagi orang awam. Ablasio retina merupakan penyakit mata yang disebabkan oleh terlepasnya lapisan tipis di dalam mata atau yang biasa disebut dengan retina. Apa itu retina, retina merupakan jaringan di bagian belakang yang isinya jutaan sel saraf. Nah, tugasnya si sel-sel ini ngambil cahaya yang masuk ke mata, terus  menggantinya menjadi sinyal saraf untuk otak, sampai kemudian kita bisa melihat. Perumpamaannya bisa seperti kamera. Ibarat sebuah sensor pada kamera, kalau sensornya rusak, gambarnya jelek, atau malah nggak jadi sama sekali. Retina juga demikian, kalau rusak, penglihatan kita jadi terganggu.

Baca juga: Manfaat Strawberry Untuk Kesehatan Mata 

Sebagai orang awam, apa bisa mengenal ciri-ciri ablasio retina? Tak ada salahnya mengenal dan mengetahui, karena kita nggak pernah tahu, penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Meski menurut teori yang kerap terkena penyakit ini adalah orang tua, tapi bukan tidak mungkin anak-anak atau orang yang masih muda pun bisa terkena dengan berbagai sebab. Ketika kita dapat mengenal lebih dini, diharapkan bisa lebih berhati-hati, terutama yang memiliki penyakit diabetes dan memiliki minus yang tinggi.

Tanda-tanda gejala Albasio Retina

Biasanya, orang yang terindikasi albasio retina  tidak diiringi rasa sakit. Terasanya hanya ketika kondisi pesakit sudah benar-benar parah. Beberapa gejala ciri khas ablasio retina adalah sebagai berikut:

  • Muncul bayangan pada salah satu atau kedua matanya selama berhari-hari
  • Merasakan kilatan cahaya yang sangat terang di bagian pinggir mata seperti orang yang dipotret menggunakan flash
  • Penglihatan mulai kabur dan buram
  • Kantung bawah mata mendadak membesar

Jika sudah mengalami salah satu dari ciri-ciri di atas atau secara keseluruhan, bisa menghubungi dokter spesialis mata. Semakin awal ablasio retina diketahui, peluang sembuhnya semakin besar karena bisa dilakukan pencegahan.

Kenapa Bisa Mengalami Kondisi Seperti ini?

Waktu yang bergulir, semakin memperpendek usia. Semakin menua, bagian retina mata kita semakin menipis. Bayangkan, sudahlah retina ini adalah bagian tipis mata, tapi karena tergerus usia ia semakin menipis. Hal inilah yang menyebabkan retina semakin rapuh. Karena kerapuna inilah memunculkan lubang kecil di dalam retina, akibatnya, cairan yang dekat retina dan lensa mata mengalami kebocoran di bawah retina.

Pemeriksaan Retina

Kejadian yang menimpa teman saya merupakan retinopati diabetes. Di mana itu merupakan komplikasi jangka panjang yang biasa terjadi pada penderita diabetes dan menjadi punca utama kebutaan pada orang dewasa. Terjadinya retinopati karena tingkat gula darah tinggi yang lama, yang kemudian merusak pembuluh darah kecil di retina. Selain yang sudah ditulis di atas, salah satu penyebab albasio retina adalah cedera mata, pernah melakukan operasi mata disebabkan oleh penyakit atau uveitis dan kondisi lainnya yang menyebabkan  pembengkakaan pada mata.

Bagi Anda yang ingin memeriksakan kesehatan matanya, bisa datang langsung ke KMN EyeCare. KMN EyeCare didirikan oleh dokter yang berpengalaman dan terbaik di Indonesia. Klinik kami ada di beberapa kota, Jakarta Selatan, Kebon Jeruk, Pantai Indah Kapuk dan Semarang. Di KMN EyeCare, didukung dengan peralatan yang canggih.