Mau Tahu Perbedaan Rapid Test dan Swab Test? Berikut Ulasannya!

By | 08/04/2020

Pemeriksaan virus corona yang menggunakan rapid test telah mulai dijalankan di negara kita Indonesia. Tidak dipungkiri jika kebanyakan orang mengira, tes ini sama dengan pemeriksaan swab tenggorokan yang selama ini telah dijalankan untuk mendeteksi virus, hanya saja ternyata tidak ada yang menyadari bahwa lebih cepat dan praktis. Karena ternyata anggapan tersebut kurang tepat, lho. Rapid test serta pemeriksaan swab merupakan jenis pemeriksaan yang berbeda.

Alat Rapid Test Corona

Rapid test corona hanya dapat dan mampu serta banyak digunakan sebagai skrining atau sebagai penyaringan awal. Sedangkan dalam rangka mendiagnosis seseorang terinfeksi COVID-19 atau untuk cek virus corona, maka memerlukan hasil pemeriksaan swab lah yang digunakan.

Terdapat ratusan ribu alat rapid test corona yang telah masuk Indonesia. Alat ini tentunya pada saatnya nanti akan berencana digunakan sebagai penyediaan saran sebagai deteksi awal infeksi virus corona yang semakin meluas di Indonesia. Uji menggunakan test ini tentunya berbeda dari pemeriksaan swab tenggorokan dan hidung yang selama ini digunakan dalam penentuan diagnosis COVID-19. Lalu apakah perbedaan dari jenis kedua test ini terhadap tujuan cek virus corona?

  1. Jenis sampel yang diambil

Pada pemeriksaan rapid test yang ada di Indonesia, maka penggunaan test ini memanfaatkan sampel darah. Sedangkan pemeriksaan swab yang dilakukan yaitu memanfaatkan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung pasien maupun tenggorokan.

  1. Cara Kerja

Rapid test memiliki cara kerja berdasarkan IgG dan IgM yang memang berada di dalam darah. IgG dan IgM ialah merupakan jenis antibodi dimana telah terbentuk di tubuh saat kita mengalami infeksi virus. Jadi, apabila tubuh telah terjadi infeksi virus, maka jumlah IgG dan IgM di tubuh dipastikan akan bertambah.

Hasil rapid test mampu memperlihatkan keberadaan IgG atau IgM yang terbentuk di tubuh. Hasil rapid test yang positif berarti menandakan keberadaan oleh infeksi virus. Namun, bukan merupakan hasil diagnosis akhir infeksi COVID-19.

Dari hasil rapid testnya positif tetap perlu menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu dengan penanganan pemeriksaan swab tenggorok atau hidung. Pemeriksaan swab dianggap mampu menggambarkan secara lebih akurat untuk patokan diagnosis. Hal ini karena virus corona biasanya menempel di hidung maupun tenggorokan yang berada pada tenggorokan bagian dalam, ketika virus masuk ke dalam tubuh.

Pada sampel lendir yang telah diambil menggunakan adanya metode swab pasti akan diperiksa berdasarkan keberadaan metode PCR (Polymerase Chain Reaction). Dengan hasil akhir dari pemeriksaan ini, akan dibawa untuk mendeteksi secara benar dalam langkah cek virus corona sehingga yang terlihat seperti virus SARS-COV2 (penyebab COVID-19) di tubuh Anda.

  1. Waktu yang diperlukan untuk mendapatkan hasil

Cek virus corona menggunakan rapid test biasanya membutuhkan durasi waktu hanya sekitar 10-15 menit hingga hasil keluar.Sedangkan, apabila menggunakan metode PCR maka yang dibutuhkan lebih lama yaitu dapat mencapai beberapa jam hingga beberapa hari hingga mampu menunjukkan hasil.

Hasil pemeriksaan rapid test maupun PCR juga dapat dipengaruhi oleh kapasitas laboratorium

  1. Kelebihan dakekurangan rapid test

Kelebihan yang dimiliki dari pemeriksaan rapid test ialah tes ini cepat serta mudah dalam pemberlakuannya. Cara ini pun dapat dijadikan pilihan langkah skrining cepat dalam rangka mendata orang-orang sehingga tetap membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

  1. Kelebihan dan kekurangan swab

Pengambilan spesimen lendir apabila menggunakan metode swab akan berusaha melakukan pemeriksaan menggunakan PCR sehingga dapat menjadi metode yang paling akurat dalam mendeteksi virus SARS-COV2. Kekurangannya pemeriksaan ini pun membutuhkan waktu cukup lama dibandingkan rapid test serta lebih rumit serta hanya dapat dilakukan di laboratorium yang memiliki suatu kelengkapan khusus.

Baca juga: Manfaat Makanan Pedas Untuk Kesehatan

Diatas merupakan penjelasan mengenai rapid test dan test swab untuk cek virus corona. Mari dukung selalu pemerintah Indonesia untuk physical distancing agar memutus tali penularan.